Pekanbaru Metropolitan

Latest News

Politik

Hukum

Ekonomi

Galeri

Lingkungan

Pendidikan

Kesehatan

Budaya

Recent Posts

  • Blackwater Volly Ball Club "Mambangkik Batang Tarandam", 9 Klub se Kabupaten Limapuluh Kota Ikuti Open Turnamen

    By Redaksi Riau → 01 July, 2017
    NASIONAL, SUMATERA BARAT - Blackwater Volly Ball Club (VBC) jorong Jopang, kenagarian Jopang Manganti, kecamatan Mungka, kabupaten Limapuluh, Sumbar "mambangkik batang tarandam, dengan menggelar open turnamen volly ball se kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh dan Batusangkar. Sedikitnya ada 9 club papan atas yang ikut gelaran open turnamen kali ini.

    Sembilan club tersebut adalah Vegas Andaleh, Favorite Kotobaru Mungka, Adi Putra Situjuh, BBC Bukikbulek Banjaloweh, IPPBL Tanjungbungo, Gema Mungka, Merpati Tiaka Payobasuang, Amuk Batusangkar, dan Blackwater VBC. Sembilan club tersebut merupakan club volly ball yang aktif di kabupaten Limapuluh Kota, Payakumbuh dan Batusangkar.

    http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
    Pemain Blackwater old star  memberikan pukulan untuk Blackwater
     millenial dalam pembukaan pertandingan open turnamen volly ball
    se kabupaten Limapuluh Kota/Payakumbuh, Jumat (30/6/2017)
    di lapangan bola voli Blackwater Jopang.
    Pembukaan open turnamen volly ball ini berlangsung meriah, Jumat (30/6/2017) malam. Rencananya pertandingan akan berlangsung hingga Senin (3/7/2017) mendatang. Masing-masing club akan memperebutkan tropi lepas dan tabanas serta plakat cinderamata.

    Meriahnya, sebelum pembukaan, diadakan pertandingan nostalgia pemain Blackwater old star melawan pemain Blackwater millenial. Pertandingan ini dilaksanakan pada sore sebelum open ceremony.

    Blackwater VBC lahir pada tahun 70 an yang bertahan hingga sekarang. Meskipun pascatahun 2000 an prestasinya agak menurun. Namun pada era 80 an hingga 90 an, Blackwater VBC boleh dikatakan merajai berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten Limapuluh Kota/Payakumbuh. Bahkan Blackwater VBC pernah ikut pada kejuaraan gubernur Sumbar Arzwaranas Cup.

    Pada pertandingan Blackwater old star vs Blackwater millenial, pemain-pemain lama tersebut ikut bertanding. Meski sudah ringkih dimakan usia, mereka tetap semangat. Apalagi di antara mereka sudah melalang buana bertanding menjadi atlet volly tingkat daerah dan provinsi.

    Ketua panitia open turnamen volly ball Muhammad Afdal mengatakan, kegiatan ini bisa terselenggara berkat dukungan masyarakat dan perantau Jopang Manganti se Indonesia. Jauh-jauh hari sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan para perantau.

    "Seluruh undangan terkonfirmasi hadir. Tiga club yang bertanding untuk malam perdana semuanya hadir. Begitupun 5 club lainnya. Sementara kita tuan rumah juga dalam kondisi baik untuk menghadapi turnamen ini," kata dia.

    Sementara itu perwakilan perantau Jopang, Epi Rizandi mengaku sangat senang dengan adanya open turnamen itu. Ia menyebut Blackwater VBC telah mengalami pasang surut dan pasang naik sejak lebih kurang 40 tahun silam.

    "Pada era 1980-1990 merupakan mada jaya Blackwater VBC. Atlet terbina dengan baik. Nah, kemudian terjadi penurunan. Kini open turnamen ini momentum untuk mambangkik batang tarandam," kata perantau Solo asal Jopang itu.

    Ia melanjutkan, kegiatan ini sengaja digelar pada suasana lebaran Idul Fitri, supaya seluruh masyarakat dan perantau dapat menikmati. Sekaligus menjadi motivasi untuk generasi masa kini.

    "Maka itu, sengaja yang tua-tua turun kembali. Kami perantau selalu menyupport agar momentum ini bisa menjadi pemicu untuk iven lebih besar kedepannya," kata dia.

    Agar Jopang Manganti kembali disegani di bidang olahraga bola voli, ia menyebut perlu tupangan dari komponen masyarakat. Termasuk di dalamnya pemerintahan nagari dan perantau.

    "Agar kita semua kembali merasa memiliki Blackwater. Itu harus. Sebab ini aset olahraga yang ada untuk mengembangkan potensi generasi muda. Kita juga berikan tantangan agar setahun kedepan ada iven yang lebih besar," ulas dia.

    Sedangkan Wali Nagari Jopang Manganti Efendi A juga menyupport kegiatan tersebut. Ia hadir sejak awal hingga pertandingan usai di malam perdana.

    "Setidaknya ini dapat membangun silaturrahmi kita. Kemudian menjadi ajang melepas rindu generasi tua karena kita pernah jaya di masa mereka. Inilah kemudian yang menjadi momen kebangkitan itu," kata dia.

    Ia menambahkan, iven ini juga mendukung program pemerintahan untuk mendapatkan bibit-bibit atlet berprestasi.

    "Kita sebenarnya punya potensi yang kuat. Pada pekan olahraga nagari tingkat kabupaten Limapuluh Kota 2005 lalu kita juara 2. Artinya, potensi itu yang terus kita kembangkan," ujar dia.

    Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sarana prasarana Blackwater VBC bersama para perantau.

    "Kita terus menghimpun para perantau untuk program olahraha bola voli ini," tutupnya.(rls)
  • DPRD Riau: Perlakukan Pembakar Hutan Layaknya Teroris

    By Andreas Setiawan → 06 September, 2016
    Pekanbaru - Aparat penegak hukum diminta untuk untuk memburu dan memperlakukan pembakar hutan serta lahan layaknya teroris.

    "Kasus Surat Pemberhentian Penyelidikan/Penyidikan (SP3) beberapa perusahaan oleh Polda Riau cukup membuat dewan dan masyarakat kecewa," ujar Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman di Pekanbaru, Riau, seperti dikutip dari laman Antara, Rabu (10/8/2016).

    "Harapannya pelaku karhutla diperlakukan layaknya teroris yang harus diburu," sambung dia.

    Dia meminta agar aparat keamanan dan penegak hukum bertindak tegas kepada pembakar hutan dan lahan di Riau. Ia berharap tidak lagi ada penghentian kasus karhutla seperti kasus sebelumnya.

    "Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha maupun masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, apabila ditemukan dan ditangkap oleh pihak keamanan, kami tidak akan melakukan pembelaan apapun. Begitu juga dengan penegak hukum agar bisa bertindak tegas," ucap dia.

    Anggota DPRD ini juga mengapresiasi kinerja dari seluruh aparat yang sudah berjibaku memadamkan titik api selama 2016 dan mencegah Riau dari bencana kabut asap.
  • Atlet Panahan Riau Ega Bertekad Kalahkan Wakil Italia

    By Andreas Setiawan →
    Rio de Janeiro - Atlet panahan Indonesia Riau Ega Agatha akan menghadapi wakil Italia Mauro Nespoli di babak 16 besar nomor perorangan putra pada Olimpiade Rio 2016, Jumat (11/8/2016) malam nanti. Sebelumnya Riau secara membanggakan berhasil menyingkirkan juara dunia Kim Woo-jin di babak 32 besar.

    Pada Olimpiade 2016 ini, Riau tampil sebagai debutan di dua nomor yang dia ikuti, yakni nomor beregu serta perorangan putra. Bersama Muhammad Hanif dan Hendra Purnama, mereka harus terhenti di babak perempat final usai kalah dengan skor 2-6 dari tim Amerika Serikat.

    Di sektor putri, Ika Yuliana Rochmawati telah kandas pada putaran pertama. Praktis, Riau menjadi harapan satu-satunya tim Merah-Putih agar dapat membawa pulang medali dari cabang panahan.

    Pada Rabu (1/8/2016) waktu setempat, atlet 24 tahun itu mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan kepadanya oleh masyarakat Indonesia.

    "Selamat malam waktu Indonesia, sekali lagi saya terima kasih banyak atas doa & dukungannya sehingga saya bisa lolos ke babak 16 besar *Ega #Archery," tulis Riau.

    Seperti yang diketahui, Nespoli, lawan Riau nanti adalah pemanah yang mendepak Hanif di 32 besar.

    "Minta doanya semoga saya bisa berlanjut, dan mempersembahkan medali untuk Indonesia *Ega #INA #IndonesiaBisaEmas #Archery #Rio2016."

    "Babak 16 besar dilaksanakan hari Jumat, saya akan manghadapi Mauro Nespoli #ITA Pukul 19:00 WIB, Semoga kekalahan Hanif bisa terbalaskan oleh saya. *Ega," kata Riau.
  • Bareskrim Ungkap Judi Berkedok Permainan Anak di Riau

    By Andreas Setiawan →
    Jakarta - Sebanyak 16 orang ditangkap jajaran Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Mereka diduga terlibat dalam sindikat perjudian di Dumai, Riau. Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Kombes Sulistiyono mengatakan keenam belas tersangka itu diamankan dari sejumlah tempat.

    Dalam menjalankan bisnis haramnya, mereka berpura-pura membuka wahana permain untuk anak-anak.

    "Lokasi perjudian ini berkedok permainan anak-anak, tapi bila menang voucernya bisa ditukar uang langsung," kata Sulistiyono di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

    Ia menjelaskan, dua lokasi yang digerebek ialah di Star Zone bertempat di Jalan Budi Kemuliaan, Dumai, Riau.

    Di situ sebanyak tujuh tersangka ditangkap dan diamankan juga 45 mesin permainan. Kemudian lokasi lainnya berada di Jalan Hasanudin, Kelurahan Rimba Sekampung, Dumai, Riau. Di tempat itu, para pelaku juga seakan-akan menyewakan permainan anak-anak.

    "Kami juga sita 76 lembar voucer serta uang tunai Rp 33.731.000. Di sana juga ditemukan 12 mesin permainan, 285 lembar voucer dan uang tunai sebesar Rp 26.955.000," dia menambahkan.

    Dari dua lokasi itu, Sulistiyono menambahkan, per bulannya mendapatkan omzet Rp 600 juta. "Kini pelaku sudah kami tahan dan kami kenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian," Sulistiyono menandaskan.
  • BNPB Klaim Titik Kebakaran Hutan di Riau Tahun Ini Menurun

    By Andreas Setiawan →
    Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Provinsi Riau. Namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai, titik api yang ada pada tahun 2016 lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

    Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya mengambil perbandingan titik api (hotspot) 2015 dengan 2016, mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 29 Agustus. Hasilnya, terjadi penurunan yang sangat signifikan.

    "Tahun 2015 ada 32.734 titik api. Tahun ini ada 12.884. Jadi ada penurunan 61 persen," tutur Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Raya, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (29/8/2016).

    Sutopo merinci, untuk tahun ini terpantau masih tersisa 138 titik api lagi yang ada di Indonesia dan masih dalam upaya penanganan. Sementara dari jumlah tersebut, 85 titik api di antaranya berada di Riau.

    "Sebaran hotspot dari 85 titik api, 71 berada di Rokan Ilir. Ini yang menyebabkan 28 Agustus kemarin asap terbawa angin dan masuk Selat Malaka dan Singapura. Namun kualitas udara di sana (Singapura) masih baik," jelas dia.

    Dia pun mengklaim untuk saat ini wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di daerah Riau hanya sekitar kawasan provinsi itu.

    "Pengaruh kebakaran di Riau hanya berdampak di wilayah Riau sendiri. Kondisi semuanya baik seperti di Kepri, Aceh, Jambi, dan Sumatera Utara. Berbeda dari tahun lalu yang berbahaya," terang Sutopo.

    "Agustus tahun lalu sangat berbahaya di Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Palangkaraya. Tapi tahun ini hanya di Pekanbaru," lanjut dia.

    Sutopo pun optimistis titik api di Indonesia akan semakin berkurang pada September mendatang. Sebab, anomali cuaca La Nina pada bulan tersebut akan meningkatkan curah hujan, khususnya di kawasan Riau.

    "Perbandingan hotspot pada September nanti akan banyak hujan. Dampaknya sampai akhir 2017. Jadi kita perkirakan kebakaran hutan tidak seperti tahun 2015," pungkas Sutopo.

    Sebelumnya, asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau mulai menyelimuti Kota Pekanbaru, Kota Dumai dan beberapa kawasan lainnya. Kabut asap juga sudah melintasi Selat Malaka dan dikabarkan menyelimuti Singapura.

    Sejauh ini, Satgas Karhutla Riau mulai dari darat dan udara berusaha menjaga kebakaran tak meluas. Helikopter melakukan water bombing, sementara tim darat menjaga api tak membesar dan mendinginkan areal kebakaran.
  • Bukan Menyandera, Warga Riau Mengaku Hanya Tanyai Penyidik KLHK

    By Andreas Setiawan →
    Pekanbaru - Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Bonai, Kabupaten Rokan Hulu, Jefriman membantah adanya penyanderaan terhadap tujuh penyidik kehutanan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) oleh puluhan warganya.

    Menurut Jefriman, ia bersama warga hanya bertanya terkait kedatangan penyidik kehutanan tersebut yang belakangan diketahui menyegel lahan terbakar diduga milik PT APSL di desa tersebut.

    PT APSL kini disorot setelah direktur perusahaan berfoto bersama dengan para pejabat Polda Riau sambil mengangkat gelas.

    "Tidak ada penyanderaan seperti yang disebutkan Bu Menteri (Siti Nurbaya). Dan tidak ada pencabutan plang segel. Kami hanya bertanya maksud kedatangan mereka," kata Jefriman, Senin petang, 5 September 2016.

    Dia menyebut, kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman dan menyampaikan permohonan maaf kepada Siti Nurbaya. "Mungkin apa yang kami lakukan dinilai salah secara hukum, kami menyampaikan permohonan maaf," kata dia.

    Menurut dia, aksi puluhan warga dilakukan secara spontan terkait penyegelan yang dilakukan Tim KLHK. Masyarakat bertanya apa maksud petugas dan hendak berdiskusi. Apalagi saat itu, para petugas tidak didampingi perwakilan pemerintah daerah.

    "Spontan sebagai rasa tidak terima apa yang telah dilakukan. Karena biasanya, ada yang mendampingi dari pemerintah daerah," kata Jefriman.

    Terkait adanya kontak fisik dan desakan masyarakat menghapus dokumentasi lahan terbakar di desa tersebut, Jefriman menyebutnya tidak benar sama sekali. "Tidak ada pemaksaan membongkar peralatan yang dibawa. Tapi mereka yang menawarkan, mereka menyebut kalau kami keberatan bisa dihapus," ucap Jefriman.

    Terkait terbakarnya ratusan hektare lahan di desa tersebut, Jefriman menyebutnya bukanlah milik perusahaan, melainkan lahan yang sudah dikelola secara turun temurun. Posisi PT APSL, kata dia, hanya sebagai bentuk kerja sama antara masyarakat dengan perusahaan.

    "Kami bekerja sama dengan perusahaan dan apa yang kami lakukan untuk menyambung hidup. Kami membangun kebun di lahan turun secara temurun. Hasilnya dibagi dua antara perusahaan dan masyarakat," ujar dia.

    Dia menjelaskan, pengelolaan lahan sudah dilakukan sejak 2008. Sawit yang ditanam sudah produktif karena sudah berbuah. Dengan ini, dia menyebut tidak mungkin warga membakar dengan sengaja.
  • 6 Kasus Kontroversial Polda Riau Paling Menyita Perhatian

    By Andreas Setiawan →
    Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus menjadi sorotan sepanjang 2016. Banyak kasus-kasus besar yang menyita perhatian publik tapi tidak kunjung dituntaskan.

    Yang terbaru tentu saja beredarnya foto-foto pejabat utama Polda Riau bersama petinggi perusahaan terduga pembakar lahan di Rokan Hulu sambil mengangkat gelas sloki yang diduga berisi minuman keras.

    Sebelum itu, beberapa kasus lama seolah sengaja ditumpuk tanpa diselesaikan juga menjadi perhatian publik. Berikut Liputan6.com merangkum enam kasus Polda Riau yang paling menyita perhatian tapi tidak juga diselesaikan.

    1. Anggota TNI Tewas dalam Kebakaran Lahan

    Seorang anggota TNI, Praka Wahyudi ditemukan tewas setelah dikabarkan menghilang saat berusaha memadamkan kebakaran lahan di Rokan Hulu. Buntut hal itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau mengusut sejumlah perusahaan perkebunan karena diduga sengaja membuka lahan dengan cara membakar.

    Menurut Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Rivai Sinambela, ada dua perusahaan di Kabupaten Rokan Hulu yang masuk dalam penyelidikan pihaknya. Pada lahan dua perusahaan ini terdapat titik api yang sudah melahap sekitar 220 hektare lahan.

    "Dua perusahaan di Rohul (Rokan Hulu) tengah dalam penyelidikan. Dimatangkan alat bukti atau penyelidikannya. Kita tidak ingin seperti tahun 2015, menimbulkan SP3," ucap Rivai di Pekanbaru, Riau, Jumat (26/8/2016).

    Dia mengatakan perusahaan yang dimaksud adalah PT APSL di Kecamatan Bonai Darussalam dan PT BDB. Ada 200 hektare lahan operasi milik perusahaan pertama terbakar api. Sementara, 20 hektare lahan milik perusahaan kedua juga terbakar.

    Untuk mengusut perusahaan tersebut, Rivai juga melibatkan Satuan Reserse Kriminal di Polres Rohul. Polda Riau pun mengirimkan beberapa penyidik untuk mengumpulkan alat bukti.

    "Di Rohul kita kerahkan Kasat Reserse Kriminal dibantu Polda. Setelah itu akan kita ambil alih," kata Rivai.

    Rivai berjanji pengusutan pembakaran lahan oleh perusahaan pada masa jabatannya tidak akan mengecewakan masyarakat. Dia tidak ingin ada SP3 lagi, terutama terkait kasus pembakaran lahan.

    Belakangan, Kombes Rivai diketahui bertemu dengan petinggi PT APSL di lounge Grand Central Hotel dan berfoto bersama. Pengakuan koleganya, mereka bertemu secara tak sengaja.