Pekanbaru Metropolitan

Latest News

Politik

Hukum

Ekonomi

Galeri

Lingkungan

Pendidikan

Kesehatan

Budaya

Recent Posts

  • Kuasai Pasar SUV Riau, Honda Tawarkan CR-V 7 Penumpang

    By Portal Berita Riau → 04 May, 2018
    RIAU, PEKANBARU - Bagi Anda penggemar mobil berjenis SUV, namun tetap ingin mengandalkan muatan penumpang yang lebih banyak, Honda resmi memperkenalkan All New Honda CR-V Turbo berkapasitas 7 penumpang.

    Sariyanto, 
    Marketing Honda Soekarno Hatta - Pekanbaru
    “Terobosan pada All New Honda CR-V kali ini sangat sesuai dengan tren dunia akan mesin yang lebih efisien namun tetap bertenaga, serta kebutuhan akan SUV berkapasitas 7 penumpang di Indonesia. Tentunya, semua itu hadir tanpa meninggalkan ciri khas Honda CR-V sebagai sebuah SUV Premium yang tangguh,” kata Sariyanto selaku Marketing, di sela-sela pameran Honda yang diadakan di Mall SKA Pekanbaru.

    Sariyanto menjelaskan,"All New Honda CR-V Turbo berkapasitas 7 penumpang ini hadir denga dua varian tipe, yakni 1.5 liter Turbo dan 1.5 liter Turbo Prestige. Daya tarik mobil ini tentu saja pada jok baris ketiga yang ditawarkan", pungkasnya.

    Untuk kursi yang ada di baris kedua bisa disetel kemiringannya, atau dibuat maju-mundur untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Sementara untuk kursi di baris ketiga bisa dilipat 50:50 dengan lantai yang bisa disetel lebih tinggi, atau rata dengan lantai.

    All New Honda CR-V Turbo berkapasitas 7 penumpang
    Menurutnya, jika dilihat dari dimensinya, baris ketiga ini terbilang masih cukup nyaman untuk mengangkut penumpang dewasa, meski kaki tetap tidak bisa selega baris kedua. Dari segi interior, Dashboard All New Honda CR-V dilengkapi dengan Meter Cluster canggih yang menampilkan berbagai informasi saat berkendara.

    Roda kemudi berbalut kulit dilengkapi dengan Audio Steering Switch, Handsfree Telephone Switch dan Cruise Control untuk memudahkan pengemudi saat berkendara.

    Mobil ini juga dilengkapi Head Unit layar sentuh 9 inci yang memiliki kemampuan koneksi smartphone, kamera parkir mundur dengan garis bantu, sistem navigasi, dan nanoe Technology yang berfungsi menjaga kualitas udara dalam kabin.

    Ditambahkannya Sariyanto lagi, "Ia juga dibekali pengaturan jok elektris dengan lumbar support. Kenyamanan penumpang belakang juga terjaga berkat ventilasi AC di baris kedua dan setelan hembusan AC di atap baris ketiga. Sementara dari sisi eksterior, All New Honda CR-V menampilkan desain baru pada lampu depan yang menggunakan Full LED dan dilengkapi dengan LED  Daytime Running Light (DRL), serta foglight yang juga menggunakan LED.

    Dan tentunya tak hanya varian ini saja, Sariyanto juga menerangkan Honda telah meluncurkan Produk Terbarunya dengan membawa Tiga Varian dari Honda CR-V yaitu CR-V 2.0L, 1.5L Turbo dan CR-V 1.5 Turbo Prestige

    Bagi konsumen yang tertarik untuk memperoleh informasi lebih detail lagi dapat menghubunginya di 0823-8522-6975, pungkas Sariyanto.(dow)

    All New Honda CR-V

    • LED Light Bar. Tailgate Spoiler barul, dan dual exhaust pipe + finisher
    • Alloy Wheel 18” baru berdesain agresif
    • Power Panoramic Sunroof 
    • Fitur keselamatan Emergency Stop Signal, Hill Start Assist, rem ABS + 
    EBD + BA dan Vehicle Stability Assist (VSA)
    • Mesin 1.5 liter Turbo with Earth Dreams Technology
    • Tenaga maksimal 190 PS pada 5600 rpm dan torsi 24.8 Nm pada 2000-5000 rpm
    • Fitur efisiensi BBM: ECO Assist dan ECON Mode
    • 7 Pilihan warna, yaitu Crystal Black Pearl, Modern Steel Metallic, Lunar 
    Silver Metallic, White Orchid Pearl, Passion Red Pearl, Deep Ocean Blue, 
    dan Dark Olive Metallic

    Fitur Unggulan Honda CR-V 2018

    CR-V 2.0 AT

    Pelek 18 inci – Rear view mirror – Econ Button – Electric Parking Break – Auto Brake Hold – Audio Steering switch – Cruise Control – Paddle Shift – Vehicle Stability Assist – Projector Halogen Headlight – Halogen Fog light – Single Exhaust – Fabric Seat – Audio 7″ – lampu LED DRL – LED Side Turn Door Mirror – Auto Off Headlight – Shark Fin Antena – 2 row seat / 5 seater

    CR-V 1.5 Turbo

    Sama seperti 2.0 CVT ditambah : – Tweeter rear & front – Dual Auto AC – Push Start Button – Oil Life – Leather Seat – Wood Panel – Leather steering, Knee pad, knob shift, door panel – Rear cooler System – Audio 9″ with nano – 7seater / 3rows – Dual exhaust + Finisher – Emblem Turbo

    CR-V 1.5 Turbo Prestige

    Sama seperti 1.5 Turbo ditambah : – Power Tailgate Button – LED Front Fog light – 18″ Premium Alloy wheel – Full LED Headlight – Auto Leveling – Emblem Turbo Prestige.
  • Pertumbuhan Laba Rendah, Pensiunan Pejabat BRK : Kan Bisa Baca di Neraca

    By Portal Berita Riau → 21 March, 2018
    RIAU, PEKANBARU - Ternyata rendahnya pertumbuhan laba Bank Riau Kepri tahun 2017 yang hanya 0,34 persen mendapat perhatian khusus dari Pensiunan Pejabat BRK ini.

    Hal tersebut diungkapkannya, ketika awak media menghubunginya Selasa (20/3) untuk mempertanyakan bagaimana pertumbuhan laba Bank Riau Kepri saat ini. Pensiunan Pejabat ini hanya menjawab,"tidak etis kalau saya menjawab, kan sudah bisa baca di Neraca",tukas Pensiunan yang pernah memimpin Dana dan Jasa Bank Pelat Merah ini.


    Pensiunan yang punya segudang prestasi ini sebenarnya lebih tertarik untuk membicarakan kompetisi Direksi daripada pertumbuhan laba kinerja Manajemen BRK sekarang. Karena dari kompetisi tersebut, ia merasakan  kekecewaan yang besar, hal itu berawal ketika dirinya mengikuti pemilihan salah satu calon Direksi pada tahun 2016 lalu.

    Diungkapkannya,"Desember 2016 dibuka assestment untuk jabatan Direksi dan saya berada pada urutan 1 dalam kegiatan tersebut. Namun, Maret 2017 nama saya tiba tiba hilang tidak disebutkan alasannya apa. Apa kekurangan saya kala itu saya tidak tahu".

    Ditambahkannya lagi,"diusung pun calon lain dari pemegang saham, OJK malah menyatakan tidak memenuhi syarat. Akahirnya RUPS 2017 itu pun gagal", terangnya.

    Mengutip pemberitaan media online lokal, Pemerintah Provinsi Riau telah menerima hasil fit and propertest calon Direksi Bank Riau Kepri (BRK) di tahun 2018 ini. Dan hasilnya dari 4 calon direksi yang mendaftar tidak satupun calon yang memenuhi syarat, sehingga harus dilakukan pendaftatan ulang calon direksi BRK.

    Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Pemprov Riau, Darusman, mengatakan, pelaksanaan fit and propertest dilaksanakan tiga bulan yang lalu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun tidak satupun peserta yang memenuhi syarat.

    "Jadi OJK sudah mengeluarkan hasil dari fit and propertest, dari empat orang itu tidak ada yang memenuhi syarat. Kalau tidak ada tentunya akan ada pendaftaran ulang calon direksi yang kosong," ujar Darusman, Jumat (5/1/2018).

    Menanggapi rencana akan dibukanya pemilihan Direksi kembali setelah berlangsungnya RUPS 2018 ini. Pensiunan Pejabat BRK ini pun cuma menjawab santai.

    "saya mau nikmati pensiun dulu, tapi lihat stuasilah. Kalau kompetisinya profesional saya ikut, kalau tidak percuma saja", tutupnya.(gsp)
  • Pincab BRK Pasirpengaraian Enggan Tanggapi Kredit Fiktif 200 Miliar Dalu Dalu

    By Portal Berita Riau →
    RIAU, ROKAN HULU - Pasca dilakukannya serah terima jabatan pada tanggal 12 Juni tahun lalu dari Tamrin beralih ke Yudi Asdam sebagai Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Pasirpengaraian ternyata belum membawa angin segar terhadap penyelesaian kredit fiktif 200 Miliar Cabang Pembantu Dalu Dalu.

    Hal itu terungkap ketika awak media coba mengonfirmasi hal tersebut kepada Yudi Asdam selaku Pimpinan Cabang. Yudi hanya melempar permasalahan tersebut ke Divisi Hukum Bank Riau Kepri terkait bagaimana plan action maupun perkembangan kasus tersebut.

    Dikatakannya,"untuk masalah itu langsung saja tanyakan ke Divisi Hukum", pungkasnya. Senin (19/3)

    Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Dalu-Dalu yang terletak di Desa Talikumain Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu ini diduga telah menyalurkan kredit fiktif pada sebuah koperasi dengan angka yang cukup fantastis mencapai Rp 200 Miliar.

    Disinyalir penyaluran kredit bermula dari pengajuan sebuah Koperasi Sawit yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren yang ada di Rohul. Pelaku diduga mencatut nama pengurus pondok sebagai anggota Koperasi menjadi debitur kredit untuk pengelolaan koperasi kebun sawit. Namun, dalam perjalanannya kredit ini fiktif karena debitur tidak mengetahui namanya digunakan dalam penerimaan kredit.

    Mencuatnya dugaan kredit fiktif ini pun berdasarkan hasil laporan masyarakat ke Ditkrimsus Polda Riau beberapa pekan lalu.

    Terkait plan actionnya sebagai Pimpinan Cabang Pasirpengaraian ketika ditanya pun, Yudi masih enggan berkomentar. Padahal ketika terjadi serah terima jabatan, progress dan penyelesaian kredit fiktif yang mengakibatkan tingginya NPL (non performing loan) hingga 58.50 persen menjadikan tolok ukur kredibiitasnya sebagai pimpinan.

    Lain daripada itu, menindaklanjuti apa yang dikatakan Yudi Asdam. Awak media pun langsung menghubungi Divisi Hukum yang dimaksudnya. Arhim Syafii selaku Pimpinan Bagian yang kala itu dapat dihubungi hanya menjawab sudah lama sekali dan lupa bahkan tidak mengatahui sudah sejauh mana proses penyidikannya dilakukan. Dikatakannya,"hmm, sudah lama sekali itu. kutang tahu ya, mungkin masih dalam proses", pungkas Arhim.

    Arhim menambahkan,"kita belum tahu ya sudah sejauh mana. biasanya kan kalau sudah lengkap baru ditindaklanjuti ke Kejaksaan,"jelasnya dengan datar dan normatif.

    Namun ketika ditanya, apa sanksi yang diberikan terhadap Karyawan yang terbukti terlibat dalam pemberian kredit tersebut. Arhim cuma menjawab sudah diberhentikan.

    Sungguh sangat disayangkan, padahal mantan Karyawan yang diberhentikan tersebut berdasarkan keterangan dari Penyidik Ditkrimsus Polda Riau yang enggan disebutkan namanya menerangkan bahwa Pelaku tersebut mengakui bahwa menggunakan 40 Miliar kredit yang dicairkan tersebut untuk kepentingan pribadinya.(gsp)
  • M Jazuli Pimpin BRK Cabang Utama, Azhar Effendi Masuk Kotak?

    By Portal Berita Riau →
    RIAU, PEKANBARU - Pasca diterbitkanya SK Direksi Nomor : 22/KEPDIR/MSDM/2018 tentang Promosi dan Mutasi PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri, M Jazuli Pemimpin BRK Cabang Jakarta promosi jabatan menjadi pemimpin Cabang Utama di gedung Dang Merdu. Tapi bagaimana dengan nasib Azhar Effendi yang terdepak dari jabatannya setelah dikeluarkannya SK tersebut.

    Di Kantor Cabang Bank Riau Kepri Jakarta yang terletak di Jalan Panglima Polim Raya No. 97A Kecamatan Kebayoran Baru Kelurahan Melawai Jakarta Selatan. Jazuli baru akan genap memimpin 1 tahun ketika 9 April 2018 nanti. 

    Berdasarkan SK yang dikeluarkan tersebut Jazuli baru dapat menempati Jabatan dan kantor barunya pada tanggal 12 April 2018, sehingga ia bisa menggenapkan kebersamaannya dengan karyawan atau staf dibawahnya lebih dulu.

    Namun, apa yang membuat Direksi Manajemen Bank Riau Kepri ini memberikan kepercayaan kepada M Jazuli memimpin Cabang Utama. Apakah karena prestasinya, hingga kini awak media belum mendapatkan informasi yang pasti.

    Mengutip dari pemberitaaan PortalBeritaRiau.com, BRK Cabang Jakarta sempat menjadi sorotan dari berbagai pihak mulai dari mark up sewa kantor, tingginya biaya operasional hingga 73 persen laba kotor sampai rendahnya DPK Tabungan dan Giro pada Cabang yang digadang-gadangkan oleh Direktur Utama BRK ini.

    Belum lagi dengan pernyataan Jazuli langsung yang menyebutkan,"3 Bulan sejak operasional saja kita sudah bukukan laba Rp. 72 Juta. Posisi Desember aset BRK Jakarta sudah 2,5 Triliun dengan perolehan laba kita sudah 17,6 Miliar jadi kita termasuk Cabang dengan Break Event tercepat",ungkap Jazuli kala itu.

    Tentunya hal tersebut diatas dilakukan Jazuli dengan  memberikan special rate Deposito diatas LPS rate. Jakarta dengan tingkat kompetitif persaingan Bank yang tinggi apabila diberikan setengah persen aja tentu Deposan bakal pindah ke Bank Riau Kepri Cabang Jakarta. Dan pastinya akan menggerus laba perusahaan, karena Dana Pihak Ketiga Deposito adalah Dana Mahal yang akan menjadi beban Bank.

    Mengulas kinerja M Jazuli ini seperti tidak ada habisnya. Sehingga kita tidak mengetahui penempatan Azhar Effendi, Pimpinan BRK Cabang Utama yang siap siap meninggalkan kursi panasnya ini.

    Menindaklanjuti hal tersebut, awak media coba mengonfirmasi lansung kepada Pimpinan Divisi MSDM, Yuharman. Kemana Azhar Effendi diposisikan setelah keluar SK Mutasi dan Promosi ini. Yuharman hanya menjawab melalui SMS (short message system) dengan jawaban,"kantor Pusat, Divisi Konsumer" Senin (19/3) kepada awak media.Namun tidak diketahui apakan menjadi Pimpinan Divisi atau hanya Pimpinan Bagian.(gsp)
  • Bupati Rohul Minta Seluruh Perusahaan Serius Mengelola Limbah Cair

    By Portal Berita Riau → 20 March, 2018
    ROKAN HULU, PASIR PENGARAIAN - Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di daerahnya serius dalam mengelola limbah perusahaan.

    Diakuinya, imbauan tersebut untuk mencegah terjadinya kasus pencemaran lingkungan yang disebabkan dari pembuangan limbah cair PKS secara sembarangan, seperti pernah terjadi di sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Rohul.

    Bupati Sukiman mengatakan akibat kurang peduli dan kelalaian dari perusahaan dalam mengelola ‎pembuangan limbah cair PKS, masyarakat di sekitar perusahaan yang menjadi korban.‎

    Adanya beberapa kejadian sebelumnya, Bupati Rohul Sukiman mengharapkan seluruh perusahaan di Kabupaten Rohul mengelola limbah cair perusahaan sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku.

    Dari itu, Bupati Sukiman meminta seluruh PKS yang beroperasi di Kabupaten Rohul ‎untuk menerapkan pengelolaan limbah cair ramah lingkungan.‎

    "Pengelolaan limbah harus menjadi perhatian serius. Sehingga keberadaan perusahaan tidak memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup lainnya," harap mantan Dandim di Kabupaten Indragiri Hilir ini.

    Bupati Rohul Sukiman mengatakan pencemaran lingkungan dapat dikendalikan, selama ‎perusahaan komitmen dan tidak membuat kesalahan ke depannya, seperti tidak membuang limbah perusahaan ke aliran sungai yang tidak sesuai prosedur, karena dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan rusaknya biota sungai.‎

    "Seluruh PKS yang beroperasi di Rokan Hulu agar mengelola limbah cair ‎sesuai aturan yang ada. Sehingga ke depan tidak ada lagi permasalahan di belakang hari terkait limbah cair dengan masyarakat lingkungan sekitar perusahan," harapnya.

    Selain itu, Bupati ‎Sukiman juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rohul ‎melakukan tugas pokok dan fungsinya dalam mengawasi pengelolaan limbah cair kelapa sawit di seluruh perusahaan.

    "Saya yakin dengan berjalannya pengawasan oleh dinas teknis dapat ‎meminimalisir terjadinya kasus pencemaran lingkungan akibat limbah cair perusahaan yang beroperasi di Rokan Hulu," harap Bupati Rohul Sukiman.(dow)
  • Belum Akreditasi, Kerjasama BPJS dengan RSUD Bangkinang Terancam Dihentikan

    By Portal Berita Riau →
    KAMPAR, BANGKINANG – Persoalan kesehatan di Kabupaten Kampar kembali mencuat. Kerjasama antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terancam terhenti jika sampai akhir Desember 2018 ini rumah sakit ini belum terakreditasi.

    Hal ini disampaikan Direktur RSUD Bangkinang Andri Justian di hadapan Ketua dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kampar dalam hearing atau rapat dengar pendapat di ruang Komisi II DPRD Kampar, Senin (19/3/2018). Hearing ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kampar Zumrotun didampingi anggota Komisi II DPRD Kampar Firman Wahyudi, H Kasru Syam dan Arif Rahman Hakim. 

    “Kalau provinsi minta sekitar Juli harus penilaian dan September sudah ada nilai. Kepentingannya 28 November 2018 semua rumah sakit sudah akreditasi, kalau tidak diputus BPJS kerjasamanya,” beber Andri.

    Dalam kesempatan ini Andri mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses akreditasi ini. Ia menjelaskan, RSUD Bangkinang dari tahun 2014 sudah ditunjuk untuk mempersiapkan diri menjadi rumah sakit rujukan regional di Riau. Untuk mencapai RSUD rujukan ini maka syaratnya harus akreditasi, status rumah sakit harus naik dari tipe C ke tipe B dan akan ditetapkan layak atau tidaknya menjadi rumah sakit rujukan regional pada akhir tahun 2019. “Problem kita belum pernah lakukan akreditasi dari 2013 ke 2018. Begitu maju sistem berubah lagi. Sistem akreditasi berubah dari 5 layanan menjadi12 layanan dan 2018 berubah menjadi 16 layanan,” ucap Andri yang baru dilantik menjadi Dirut RSUD Bangkinang 4 Desember 2017 lalu. 

    Ia mengungkapkan, kendala lain dalam proses akreditasi ini adalah masalah anggaran yang dinilai masih minim bila dibandingkan daerah lain seperti Dumai yang mencapai Rp 1 miliar. “Tahun ini empat ratus juta lebih,” katanya. 

    Anggaran itu diantaranya untuk survei simulasi, anggaran bimbingan, akomodasi untuk pelatihan dan lainnya. “Banyak hal yang harus disiapkan untuk akreditasi. Direktur dan lainnya harus banyak memiliki sertifikat yang ia ikuti. Pelatihannya di Jakarta. Sekali pelatihan di Jakarta habis dana sekitar Rp 9 juta untuk satu orang.

    Meskipun terbatas, pihaknya tetap mencari solusi lain. Dengan adanya kerjasama dengan rumah sakit di Pekanbaru bisa menekan biaya, Rp 30 juta bisa digunaka untuk 20 orang. 

    Kemudian rumah sakit tipe B paling lambat bisa terwujud akhir 2019. Naik dari tipe c ke tipe B menurut Andri biasanya membutuhkan waktu selama dua tahun. “Dengan adanya anggaran 400 juta kita sudah terbantu walaupun perencanaan bimbingan tidak ada,” kata Andri lagi. Untuk menutupi kekurangan itu Andri mengungkapkan bahwa pihaknya mencoba menggunakan anggaran badan layanan umum daerah (BLUD) karena RSUD Bangkinang sudah berbentuk BLUD. 

    Selain Direktur RSUD Bangkinang, Komisi II DPRD Kampar juga mencecar Kepala Dinas Kesehatan H Nurbit dan Plt Kepala Bappeda Kampar Fadil Mukhtar dengan sejumlah pertanyaan.

    Kadis Kesehatan Kampar H Nurbit yang baru saja dilantik pekan lalu mengatakan, ia melihat ini persoalan ini adalah persoalan bersama antara Pemkab Kampar dengan DPRD Kampar dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Mengenai anggaran ia menyerahkan kepada DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah.

    Ia menyarankan segera membentuk tim dan masalah dana tidak perlu menjadi pikiran sebab ia menilai tim ini tak perlu dana yang banyak atau dana khusus. “Saya kepala dinas mikir daerah saya, tak mikir anggaran. Saya minta izin agar Dinas Keseahatan, Bappeda dan RSUD bekerja kolektif. Saya pikir nggak pakai konsultan,” ucapnya.

    Ia minta waktu dua pekan kepada DPRD untuk membagi porsi kerja Diskes, RSUD maupun Bappeda. 

    Untuk menjadikan RSUD Bangkinang menjadi rumah sakit rujukan regional menurutnya perlu adanya satelit empat buah, atau rumah saki tipe D. Untuk itu perlu kesiapan anggaran, penambahan tenaga dokter dan tenaga medis lainnya, luasan lahan dan lainnya. 

    Ketua Komisi II DPRD Kampar Zumrotun dalam rapat ini menyampaikan, untuk akreditasi ini adalah tugas berat Direktur RSUD Bangkinang. “Kita tak mau bicara akan, nanti, kita bicara tapi goalnya. Ini sudah lama, lima tahun sudah ketinggalan. Meranti, Bengkalis dan Dumai sudah (akreditasi), Kampar kapan,” tegas politisi Gerindra itu. 

    Ia juga menegaskan bahwa ini juga merupakan tugas Kadis Kesehatan yang baru. Ia minta Direktur RSUD tak perlu pusingkan lagi soal anggaran karena ada timnya nanti yang akan dibventuk. “Ini harus serius dilakukan, supaya jangan malu sebagai kabupaten tertua masa Kampar kalah dari daerah lain,” ucapnya.

    Sementara itu anggota Komisi II lainnya Firman Wahyudi menegaskan, akreditasi mau tak mau sudah harus dilakukan karena ini terkait kerjasama dengan BPJS dan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kampar. Selanjutnya mengenai upaya kenaikan tipe RSUD Bangkinang harus tuntas akhir tahun 2019 karena rumah sakit ini sudah ditunjuk untuk menjadi rumah sakit rujukan regional. 

    Untuk menunjang kenaikan tipe, politisi Partai Hanura ini minta Dinas Kesehatan berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis. “Diskes apa program kedepannya agar ini bisa terpenuhi apakah ada atau tidak program belajar untuk spesialis. Jangan sampai kurang layanan karena dokter tinggal di Pekanbaru. Kalau Siak sudah menyekolahkan putra daerahnya untuk spesialis. Kita sudah tapi baru satu yang saya tahu,” beber Firman.(dow)
  • Air Minum Kemasan Wajib SNI

    By Portal Berita Riau →
    NASIONAL, JAKARTA - Kementerian Perindustrian menerbitkan aturan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk air minuman dalam kemasan. Seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 78 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan SNI Air Mineral, Air Demineral, Air Mineral Alami, dan Air Minum Embun.

    Direktur Jenderal Industri Agro Panggah Susanto, mengatakan hal itu bertujuan agar produk air minum kemasan supaya memenuhi standar mutu yang berlaku mewajibkan dan deminikian, dengan mendapatkan izin edar dari Badan POM.

    “Ini menjadi tugas Komite Teknis yang dibentuk dari berbagai pemangku kepentingan. Diantaranya, pemerintah, akademisi atau ahli, termasuk di bidang keamanan pangan, masyarakat, dan produsen,” katanya, seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

    Panggah menambahakan, hal ini akan dilakukan secara berkala, baik selama di lokasi produksi maupun di pasar oleh instansi terkait, yang meliputi pengawasan air baku, proses produksi, produk akhir, hingga dengan kemasan.

    "Secara total, terdapat 44 parameter persyaratan air bersih yang digunakan sebagai bahan baku air minum kemasan, yaitu fisika (6 parameter), kimia (17 parameter), kimia organik (18 parameter), mikrobiologik (satu parameter), dan radio aktivitas (2 parameter)," ujarnya.

    Selain aturan main baru tersebut di atas, ada syarat mutu produk air minum kemasan di antaranya, SNI 3553:2015 Air Mineral telah menetapkan 27 Kriteria Uji sebagai syarat mutu air mineral, SNI 6241:2015 Air Demineral telah menetapkan 13 Kriteria Uji sebagai syarat mutu air demineral.

    Kemudian, SNI 6242:2015 Air Mineral Alami telah menetapkan 11 Kriteria Uji sebagai syarat mutu air mineral alami, dan SNI 7812:2013 Air Minum Embun menetapkan 29 Kriteria Uji sebagai syarat mutu air minum embun.(dow)