• 8 Kepala Puskesmas di Pekanbaru Mundur, Inilah Alasannya

    Reporter: Andreas Setiawan
    Published: 13 February, 2016
    A- A+
    BERITA PEKANBARU, SUKAJADI - Mundurnya delapan kepala Puskesmas di Pekanbaru dari jabatannya berawal dari masalah internal antara kepala Puskesmas dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, drg Helda Suryani Munir. 

    http://www.riau.news/
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru,
    drg. Helda S Munir
    "Dari informasi yang saya peroleh, persoalan internal antara kepala Puskesmas yang mundur dengan kepala dinas kesehatan menjadi penyebab utama persoalan ini," kata Ade Hartati Rahmat, anggota DPRD Riau dari Dapil Kota Pekanbaru kepada Wartawan. 

    Persoalan internal yang dimaksud seperti, adanya kerancuan dalam hal penanganan sistem Badan Pelayanan Jaminan Sosial atau BPJS yang ada di Puskesmas, adanya sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di masing-masing Puskesmas. 

    "Sistem BLUD ini kan berkaitan dengan pengelolaan keuangan oleh pihak Puskesmas. Nah yang dikhawatirkan kepala Puskesmas, ada intervensi dari pihak penguasa sehingga mereka bekerja tidak maksimal," ungkapnya. 

    Selanjutnya, pengadaan ambulance yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Dalam perjanjiannya, Puskemas akan mendapatkan ambulance yang baru, ternyata realitanya hanya ambulance bekas yang diberikan kepada pihak Puskesmas. 

    "Masih banyak persoalan lain yang mengakibatkan persoalan ini terjadi. Intinya, ada persoalan internal antara kepala Puskesmas yang mundur dengan kepala dinas kesehatan Kota Pekanbaru," ungkap politisi PAN ini. 

    Kemudian mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini menyayangkan pernyataan drg Helda Suryani Munir yang menyatakan, mundurnya delapan kepala Puskesmas disebabkan karena kinerjanya yang tidak profesional. 

    "Nanti dikhawatirkan imej yang timbul di masyarakat seperti itu, kalau kepala Puskesmasnya tidak profesional dalam bekerja. Seharusnya ada koridor yang mesti dijaga," tutup anggota Komisi E DPRD Riau ini.(jim)
  • Comment On This Post