• Hadiri Perayaan Imlek, Bupati Syamsuar Pinta Masyarakat Tionghoa Berpartisipasi Dalam Pembangunan Siak

    Reporter: Andreas Setiawan
    Published: 08 February, 2016
    A- A+
    SIAK, MEMPURA - Dalam perayaan Imlek Bupati Siak Syamsuar menyempatkan hadir pada malam persiapan perayaan tahun baru imlek bagi warga tionghoa di turap kecamatan Siak, Minggu malam 7/2/2016. 

    Dalam hal ini Syamsuar berharap warga tionghoa mendukung dan berpartisipasi dalam membangun kabupaten Siak,”saya berharap warga tionghoa mendukung serta berpartisipasi dalam pembangunan kabupaten siak yang kita cintai ini, Kita harus mencari hal-hal baru yang dapat meningkatkan PAD kita, salah satunya mengembangkan potensi pariwisata,”ungkapnya.

    http://www.riau.news/
    Selanjutnya dengan pembangunan turap ini akan terus dilanjutkan hingga didepan masjid Syahbudin, pasalnya di seberang (Mempura) kini telah ada dua Jembatan serta lampu-lampu yang menambah keindahan malam di kota Siak.

    Ia juga menambahkan potensi pariwisata akan terus dikembangkan, “ada yang bilang kota Siak ini terutama Turap ini acapkali dipuji orang, ada yang mengatakan mirip di luar negeri, seperti berasa di luar negeri, tambahnya.

    Sehingga Bupati Siak mengajak masyarakat yang dekat pinggirian sungai siak terutama dekat turap agar memanfaatkan tempat ini dengan baik selain itu untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan water front city.

    Pada kesempatan itu bupati Siak dan Lurah kampung beserta warga Tionghoa memasang petasan sebagai kebiasaan bagi warga Tionghoa.

    Ketua panitia Efendi menyebutkan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi warga tionghoa dengan masyarakat sekitar terus terjaga dengan baik. Selain itu dirinya meminta pengertian dan tenggang rasa dari warga pribumi terkait perayaan tahun baru imlek ini.

    Dalam hal ini tradisi menyalakan petasan dapat menimbulkan suara keras merupakan suatu kegiatan hiburan dan dapat menambahkan suasana ramai serta meriah dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

    “Dengan menyalakan petasan merupakan kegiatan hiburan, sealain itu arti dari petasan adalah untuk mengusir nasib-nasib buruk tahun sebelumnya dan mengharapkan masa depan yang lebih cerah dan bahagia,”tungkasnya.

    Kata lain, Sin Cia atau Imlek tidak jauh berbeda dengan tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat islam. Imlek adalah Tahun Barunya Cina. Pada umumnya, yang banyak merayakan Imlek adalah warga Tiongha. Perayaan ini juga berkaitan erat dengan pesta perayaan datangnya musim semi. 

    Perayaan imlek dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Perayaan Imlek meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta.(jon)
  • Comment On This Post