• Kesbangpol Afrizal : Masyarakat Kampar Sulit Terima Kehadiran Eks Gafatar

    Reporter: Andreas Setiawan
    Published: 08 February, 2016
    A- A+
    KAMPAR, BANGKINANG - Sebanyak 50 orang mantan aktivis Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah dipulangkan lewat udara dari Jakarta dan tiba di Pekanbaru, Senin (8/2/2016). Tujuh di antaranya eks-Gafatar asal Kampar.

    http://www.riau.news/search/label/Berita%20Kampar
    Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kampar Afrizal Abra belum mengetahui kedatangan bekas aktivis organisasi yang telah difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sesat dan menyesatkan tersebut.

    "Saya belum dapat informasi," ujarnya, Senin sore.

    Afrizal mengisyaratkan, Pemerintah Kabupaten Kampar belum tentu dapat menerima para eks-Gafatar. Ia menyebutkan beberapa alasan. Pertama, kata dia, eks-Gafatar itu tidak langsung diserahkan ke Pemkab Kampar setelah tiba di Riau.

    "Sesuai hasil rapat, Dinas Sosial Provinsi akan melakukan pembinaan dan pendampingan," kata Afrizal.

    Meski begitu, ia belum menerima kepastian soal berapa lama eks-Gafatar itu akan dibina oleh Dinas Sosial Riau.

    Menurut dia, Dinas Sosial Riau menawarkan pembinaan dan pendampingan hanya tiga hari karena keterbatasan anggaran. Sementara pihak Kepolisian dan Kementerian Agama berpendapat pembinaan dan pendampingan itu minimal satu bulan.

    Nantinya, kata dia, hal itu akan dipastikan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kampar sebagai instansi yang sinkron dengan Dinas Sosial Riau.

    Tahap awal setelah ketibaan di Riau, lanjut Afrizal, antara Dissosnaker dan Kesbangpol Kampar sepakat eks-Gafatar asal Kampar didata ulang terlebih dahulu.

    "Dipastikan dulu, apakah benar-benar warga Kampar, atau hanya berangkatnya aja dari Kampar," katanya.

    Afrizal belum dapat memastikan, eks-Gafatar yang sudah dapat dipastikan tercatat sebagai penduduk Kampar, lantas dapat tinggal di Kampar. Kata dia, pendukung kelangsungan hidup mereka di Kampar nantinya perlu dipastikan juga.

    "Ada nggak rumahnya? Ada nggak keluarganya? Kalau nggak ada, mau tinggal dimana nanti?," kata Afrizal. Diakui dia, pihaknya belum membahas soal langkah yang akan dilakukan Pemkab Kampar untuk menjamin kehidupan eks-Gafatar di Kampar.(tri)
  • Comment On This Post