• Muncul Mosi Tidak Percaya dan Tuntutan Pemberhentian Pincapem Faisal Samri

    Reporter: Andreas Setiawan
    Published: 09 February, 2016
    A- A+
    PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Bank Riau Kepri Capem Pangkalan Kerinci selama ini tercitrakan sangat positif di bawah kepemimpinan Faisal Samri, ternyata citra positif tersebut tak berakar ke dalam dengan baik. 

    http://www.riau.news/
    Berangkat dari kerisauan akan kelangsungan masa depan Bank Riau tersebut. sejumlah jajaran staf karyawan Bank Riau Kepri Capem Pangkalan Kerinci mengambil sikap dengan menandatangani mosi tidak percaya. 

    Mereka menuntut Faisal Samri mengundurkan diri. Mosi tidak percaya tersebut diteken bersama-sama oleh puluhan karyawan beberapa hari lalu.

    Jajaran staff Bank Riau Kepri Capem Pelalawan yang meneken mosi tidak percaya tersebut menyebutkan beberapa alasan krusial. Pertama pola kepemimpinan Faisal Samri yang cenderung tidak transparan, tidak memiliki etika kepemimpinan hingga pola kepemimpinannya meresahkan. 

    Bahkan kinerjanya dinilai membahayakan kelangsungan masa depan Bank Riau Kepri Capem Pangkalan Kerinci sehingga dianggap gagal membangun peforma Bank Riau. 

    Perlu diketahui, seperti dilansir dari BeritaPelalawan.com, Faisal Samri sebagai pimpinan Bank Riau Kepri di Pelalawan dianggap gagal terkait dugaan kredit fiktif yang dilakukan mantan pimpinan capem Sorek (IL) bahkan kerugian yang dialami Bank Riau Kepri ditaksir hingga Rp 30 Miliar.

    Belum lagi tingginya NPL (non perfoming loan) atau dikenal kredit macet, diinformasikan pula BRK Capem Sorek mengalami NPL hingga Rp 225 Miliar atau sekitar 21.1 persen. Atas dasar itulah, puluhan staff BRK Capem Pangkalan Kerinci mengambil sikap mosi tidak percaya atas pimpinannya, Faisal Samri", ujar salah seorang staff yang menolak namanya ditulis oleh RiauNews.

    Situasi likuiditas yang buruk menyebabkan Bank Riau harus menutup penyaluran kredit hingga waktu yang belum ditentukan. Padahal, salah satu fungsi Bank Riau adalah sebagai intermediasi pertumbuhan ekonomi daerah, melalui penyaluran kredit usaha masyarakat. (jon)

  • Comment On This Post