• Rayakan Imlek, Masyarakat Selatpanjang Adakan Festival Perang Air 6 Hari Berturut Turut

    Reporter: Andreas Setiawan
    Published: 08 February, 2016
    A- A+
    KEP MERANTI, SELAT PANJANG -  Di sejumlah ruas-ruas jalan Selatpanjang, masyarakat mulai bersiap menyambut tahun baru Imlek 2567. Masyarakat yang merayakan Imlek menghias kota dengan pernak pernik khas, misalnya ribuan lampion di sudut-sudut kota dan pusat perbelanjaan.

    Sejumlah permukiman masyarakat Tionghoa dan pusat perbelanjaan sudah dihiasi dengan ornamen khas Imlek.

    Panitia Imlek 2567 Kabupaten Kepulauan Meranti, Tjuan An mengatakan, pernak-pernik yang didominasi warna merah tersebut dipasang untuk menyemarakkan perayaan Imlek saja.

    Saat Imlek, 7 Februari 2016 pukul 00.00 WIB, umat Budha akan melaksanakan sembahyang di Vihara.

    http://www.riau.news/
    Selama perayaan Imlek, pihaknya hanya akan membakar petasan di hari-hari tertentu saja, yakni saat penyambutan tahun baru Imlek 2567 atau Koh Nian pada 7 , selanjutnya pada penyambutan ulang tahun Dewa Cho Se Kong, Chue Goh Mih atau Imlek ke-5 pada tanggal 12, ritual sembahyang Chue Lak atau Imlek ke-6 pada 13 Februari 2016, dan sembahyang tuhan tanggal yang akan berlangsung pada 16 Februari 2016.

    Sementara, terkait Festival Perang Air, ia mengungkapkan hanya akan berlangsung sejak pukul 15:30 - 18:00 WIB selama 6 hari berturut-turut.

    "Tahun ini, Kota Selatpanjang akan menjadi pusat Imlek di Riau. Karena itu, harus mampu menarik wisatawan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Panitia juga membangun panggung utama, pura, dan taman monyet karena tahun ini tahun monyet. Semoga Imlek tahun baru Imlek berjalan lancar dan membawa berkah bagi kita semua," ujarnya.

    Sementara itu, Polres Kepulauan Meranti menyiagakan 141 personel mengamankan perayaan Imlek 2567 di Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin 8 Februari ini.

    Para personil itu akan ditempatkan di Vihara, Klenteng, pelabuhan, rumah ibadah lainnya dan pusat perbelanjaan.

    Polres Kepulauan Meranti juga telah mempersiapkan personil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pengawalan saaat berlangsungnya perayaan Imlek.

    Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Minggu (7/2/2016) menjelaskan, untuk pengamanan di Pelabuhan Tanjung Harapan, pihaknya menyiagakan 15 personil, Taman Cikpuan Selatpanjang 15 personl, 19 personil untuk di unit reaksi cepat, 40 personil di titik rawan dan 52 personil di tempat-tempat berlangsungnya perayaan Imlek.

    Agar perayaan Imlek berlangsung damai, Pandra juga menghimbau agar umat beragama yang merayakan Imlek juga menghormati kenyamanan beribadah pemeluk agama lain. Ia juga menghimbau agar warga Tionghoa tidak berlebihan saat melakukan perayaan Imlek.

    "Dilarang keras memainkan petasan yang berlebihan, saya juga mengharapkan kepada masyarakat yang memainkan petasan agar saling menghargai satu sama lain. Pada jam tertentu agar tidak memainkan petasan, mengingat umat muslim yang akan beribadah di Mesjid," tegas Pandra .

    Pandra juga mengingatkan masyarakat saat meninggalkan rumah dipastikan dalam keadaan aman. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya tindakan kriminal Curat dan kebakaran saat berlangsungnya perayaan Imlek.

    Menurut Pandra, kondisi kesibukan para warga Tionghoa menjelang Imlek bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan.(jon)

  • Comment On This Post