• Beraset 25,4 Triliun, BRK Cuma Mampu Tumbuhkan Laba 1,54 Miliar di Tahun 2017

    Reporter: Portal Berita Riau
    Published: 13 March, 2018
    A- A+
    RIAU, PEKANBARU - Kinerja Bank Riau Kepri tahun 2017 rupanya jauh dari pengharapan masyarakat Riau Kepri. Lihat saja, pertumbuhan laba Bank pelat merah milik pemerintah daerah Riau dan Kepri ini hanya membukukan pertumbuhan laba sebesar 0,34 %.

    Berdasarkan data kinerja Bank Riau Kepri tahun 2017 yang baru dirilis dan dipublikasikan di salah satu media cetak lokal, Senin (12/3) menerangkan pembukuan laba yang hanya meningkat 0,34 persen dari Rp.452.855 Miliar di tahun 2016 menjadi Rp. 454.395 Miliar di tahun berikutnya yaitu 2017.


    Dengan kenaikan cuma Rp. 1.54 Miliar dari tahun 2016. tentu hal ini menunjukkan buruknya kinerja dan target yang dicapai dari manajemen Bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri ini.

    Mengutip dari release yang diterbitkan Bank Riau Kepri melalui websitenya (10/2), dimana pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun 2017 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2018 yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim menyebutkan laba Bank Riau Kepri bertumbuh sebesar 0.34% dan hal itu jauh lebih baik pada kondisi perbankan nasional khususnya pada buku II yaitu pertumbuhan laba minus 14.92% pada tahun 2017. Alih alih melambatnya perekonomian dan turunnya suku bunga menjadi tumbal dalam penyampaian RUPS tersebut.

    Padahal kalau menilik lebih seksama lagi 2 BPD lainnya di Sumatera yang sama-sama memiliki asset diatas Rp 20 T pada tahun 2017 yakni Bank Sumut dengan pertumbuhan laba 7,78 persen dan Bank Sumsel Babel dengan pertumbuhan laba mencapai 12,6 persen. Sedangkan Bank Riau Kepri jauh lebih mengalami perlambatan terhadap pertumbuhan labanya yang hanya 0,34 persen.

    Menindaklanjuti hal tersebut awak media coba mengonfirmasi kepada Plt Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, Yusri. Menanggapi kenapa Bank Riau Kepri mengalami pertumbuhan laba yang sangat rendah. Yusri hanya mengatakan,"iya itu mungkin karena pertumbuhan kredit yang melambat dan kemudian karena penurunan suku bunga", ungkapnya.(12/3)

    Plt Kepala OJK Riau menilai kinerja keuangan Bank Riau Kepri hanya relatif. Berpedoman pada aset yang bertumbuh, kreditnya tumbuh walaupun mengalami perlambatan. Namun, OJK Riau pun tidak menyangkal bahwa memang pertumbuhan kredit Bank Riau Kepri besarnya dari Deposito Korporasi (dana mahal, red).(gsp)
  • Comment On This Post