• Manajemen SDM Buruk, Mantan Pimpinan Cabang BRK Pasir Pengaraian pun Resign

    Reporter: Portal Berita Riau
    Published: 18 March, 2018
    A- A+
    RIAU, PEKANBARU - Tamrin, mantan Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri  Pasirpengaraian disebut sebut sebagai salah satu dari 90 an karyawan tetap BRK yang sedang menunggu proses pengunduran diri oleh Manajemen. Padahal dirinya memegang jabatan yang sangat strategis dalam manajemen Bank Pelat Merah ini.

    Hingga berita ini diturunkan, awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Tamrin melalui telepon selulernya. Namun, belum berhasil mendapatkan jawaban secara pasti terkait rencana pengunduran dirinya.

    PT Bank Riau Kepri menerima penghargaan ranking ke 2
     atau the 2nd The Best BUMD Pada IHCA Award III 2017
     di bidang Human Capital 
    Informasi mengenai permohonan resign Tamrin sudah banyak beredar, baik di lingkungan internal Bank Riau Kepri Pasirpengaraian sendiri maupun di Kantor Cabang Utama jalan Sudirman. Hal ini terungkap dari pernyataan sumber internal Bank Riau Kepri yang ditemui awak media, Jumat (16/3).

    Dikatakannya,"pak Tamrin mundur, sempat heboh juga kawan kawan kita di Rokan Hulu. Beliau kan belum lama jadi Pimpinan Cabang disana. Pasti mundurnya sih, saya kurang tahu bg", tukasnya.

    Kalangan internal Bank Riau Kepri sendiri banyak yang berasumsi mundur atau resignnya Tamrin ini karena beratnya tanggung jawab pekerjaan yang dibebankan padanya.

    Apalagi mungkin karena Bank Riau Kepri  Cabang Pembantu Dalu Dalu Rokan Hulu yang menjadi wilayah tanggung jawabnya selaku Pimpinan Cabang terhadap Cabang Pembantu memiliki NPL atau angka kredit macet luar biasa yakni 58.50% atau setara Rp 200 Miliar lebih. Namun, hingga kini kasus kredit macet ini seperti hilang ditelan bumi (diamankan, red). 

    Menanggapi kemunduran Tamrin, awak media langsung menghubungi Pimpinan MSDM Bank Riau Kepri, Yuharman. Namun, telephone yang bersangkutan tak pernah mau diangkat. Bahkan sudah di SMS dan Whatsapp pun dilakukan untuk mempertanyakan hal tersebut diatas.

    Sungguh sangat disayangkan, kurangnya retensi individual berkaitan dengan keputusan karyawan untuk keluar dari Bank Riau Kepri tidak dijalankan dengan baik oleh Yuharman selaku Pimpinan MSDM Bank Riau Kepri. Padahal cost yang dikeluarkan perusahaan mulai dilakukannya perekrutan, pelatihan bahkan pengembangan diri sangatlah besar dan tidak diperhatikan oleh Manajemen Bank kebanggaan masyarakat Riau ini.

    Perlu diketahui, Retensi atau pemeliharaan karyawan (individual) merupakan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan potensial yang dimiliki perusahaan untuk tetap loyal terhadap perusahaan sehingga 'turnover' (keluar atau berhentinya karyawan secara sukarela) rendah dan bahkan tidak ada sama sekali.

    Semakin rendahnya turnover maka semakin tinggi retention. Artinya semakin baik perusahaan dalam memelihara karyawannya terutama karyawan yang memiliki potensi berlebih sehingga perusahaan bersangkutan semakin efisien dalam upaya pengembangan SDM para karyawannya.(gsp)
  • Comment On This Post